Di tengah antusiasme pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Sukma Bangsa mengambil langkah proaktif dalam mengedukasi warga sekolah terkait keselamatan. Pada hari Rabu, 15 Juli 2026, sekolah sukses menyelenggarakan simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi.

Tepat pukul 09.30 WIB, sirene tanda peringatan gempa berbunyi nyaring di seluruh area sekolah. Mendengar aba-aba tersebut, seluruh siswa baru, guru, serta tenaga pendukung dengan sigap langsung menerapkan prosedur penyelamatan diri. Mereka bergerak secara teratur mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan menuju titik kumpul utama yang aman di lapangan terbuka.

Setelah seluruh warga sekolah berkumpul, Manajer Kompleks Sekolah Sukma Bangsa, Bapak Mohamad Ramadhan, langsung memimpin jalannya pengecekan. Beliau memastikan jumlah siswa, guru, dan staf pendukung dari setiap kelompok telah dievakuasi lengkap dan berada dalam kondisi aman.

Pentingnya Ketenangan dan Edukasi Mitigasi

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Sukma Bangsa, Ibu Ratna Sari Dewi, memberikan arahan penting mengenai mitigasi bencana. Beliau menekankan betapa krusialnya menjaga ketenangan dan memahami langkah penyelamatan diri saat gempa benar-benar terjadi.

“Saat terjadi gempa, kunci utamanya adalah jangan panik. Hindari berlari di bawah atau di dekat bangunan yang rawan runtuh. Cari tempat terbuka atau berlindunglah di bawah furnitur yang kuat jika berada di dalam ruangan,” tegas Ibu Ratna dalam arahannya.

Kegiatan simulasi yang berlangsung selama 30 menit ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kedisiplinan. Tepat pukul 10.00 WIB, setelah seluruh rangkaian simulasi dinyatakan selesai, para siswa baru beserta guru kembali ke ruang kelas untuk melanjutkan aktivitas MPLS dan agenda sekolah lainnya seperti biasa.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *