Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan berkarakter, Sekolah Sukma Bangsa Sigi sukses menyelenggarakan Seminar Manajemen Konflik Berbasis Sekolah (MKBS) pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Gedung DAK Sekolah Sukma Bangsa Sigi mulai pukul 09.00 WITA.
Seminar yang mengusung tema “Membangun Budaya Damai di Sekolah Melalui Pendidikan Damai dan Manajemen Konflik Berbasis Sekolah (MKBS)” ini dihadiri oleh berbagai elemen penting masyarakat, mulai dari para guru, perwakilan masyarakat sekitar, hingga tokoh-tokoh adat Sigi.
Seminar ini menghadirkan Nurhayati M. (Direktur Sekolah Sukma Bangsa Sigi periode 2021–2026) sebagai pemateri utama yang memaparkan pentingnya pelembagaan budaya damai di lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
Selain pemateri utama, acara ini juga didukung oleh tim dan narasumber pengembang MKBS serta jajaran civitas akademika Sekolah Sukma Bangsa, antara lain:
• Febby Gracella (SMT APM Sekolah Sukma Bangsa Sigi)
• Sukmawati Agustin (PIC 20th HUT Sekolah Sukma Bangsa)
• Ribi Tresya (Konselor Sekolah Sukma Bangsa Sigi)
• Nurhayati, Nanda Wisanto, & Monika Gabriela Kartika (Tim Adhoc MKBS)
Salah satu aspek utama yang ditekankan dalam seminar ini adalah bagaimana integrasi antara Manajemen Konflik Berbasis Sekolah (MKBS) dan kearifan lokal yang diampu oleh tokoh adat setempat dapat saling menguatkan. Kehadiran tokoh adat dan masyarakat dalam seminar ini menjadi wujud nyata sinergi antara sekolah dan lingkungan sosial sekitarnya untuk menyelesaikan dinamika remaja serta potensi konflik melalui pendekatan dialogis dan mediatif.
Bagi masyarakat luas dan pemangku kepentingan yang tidak sempat hadir secara fisik di Gedung DAK, pihak sekolah juga memfasilitasi siaran langsung secara live streaming melalui kanal YouTube resmi SSB SIGI TV.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pilar perayaan 20 Tahun Sekolah Sukma Bangsa dalam mendedikasikan diri bagi kemajuan dan perdamaian pendidikan di Indonesia. Melalui seminar ini, Sekolah Sukma Bangsa Sigi berharap dapat terus menjadi pelopor dalam menciptakan ekosistem sekolah yang mengedepankan nilai-nilai kedamaian, rasa saling menghargai, serta penyelesaian masalah tanpa kekerasan.